7 Tempat Makan Legendaris di Yogyakarta

7 Tempat Makan Legendaris di Yogyakarta

7 Tempat Makan Legendaris di Yogyakarta yang Wajib Anda Kunjungi – 7 Tempat Makan Legendaris di Yogyakarta yang Wajib Anda Kunjungi, bukan hanya kota seni dan budaya, tapi juga surga kuliner dengan aneka cita rasa otentik. Berikut ini adalah highlight dari tujuh tempat makan legendaris di Jogja yang sudah menjadi favorit sejak puluhan tahun, lengkap dengan keunikan dan sejarahnya.

1. Gudeg Yu Djum (sejak 1950)

Gudeg legendaris dengan resep tradisional yang kaya rempah dan manis, dipadu sambal goreng krecek dan lauk seperti ayam kampung gacha99 serta telur bacem — nikmat dan ekonomis mulai dari Rp18.000‑an.
Beberapa outlet tersebar di Jalan Wijilan, Mayjen Sutoyo, Dagen, Laksda Adisucipto, dan area Stasiun Kereta Api Tugu.

2. Sate Klathak Pak Pong

Unik dan otentik, sate kambing muda ini ditusuk dengan jeruji besi sepeda untuk pematangan merata. Hanya dibumbui garam dan merica, disajikan dengan kuah gulai. Tekstur empuk dan rasa khas menjadikan ini ikon kuliner Jogja sejak 1960-an.

3. Bakmi Jawa Mbah Mo

Bakmi Jawa otentik yang dimasak pakai anglo (tungku tanah liat), menghasilkan aroma khas yang menggoda selera. Menu beragam: bakmi goreng, godhog, hingga nyemek—dengan harga terjangkau mulai Rp20.000‑an. Perlu dicatat lokasi di Parangtriris, Bantul.

4. Angkringan Lik Man (sejak 1968)

Angkringan pertama dan paling legendaris di Jogja, dikenal dengan suasana santai, nasi kucing, gorengan murah, dan tentu saja — kopi jos, kopi hitam panas dengan arang panas di dalamnya.

5. The House of Raminten (sejak 1979)

Lebih dari sekadar restoran—House of Raminten adalah pengalaman budaya. Dipenuhi ornamen Jawa dan pelayan berpakaian tradisional. Menunya variatif: nasi tenong, sekul pangkon, rantang hayu, dan camilan seperti combro, lumpia, tahu walik. Suasananya klasik dan instagramable.

6. Soto Kadipiro (sejak 1928)

Termasuk salah satu tempat makan tertua di Jogja. Soto ayamnya kaya rasa dengan kuah bening beraroma kaldu, isian lengkap—kubis, seledri, tauge, suwiran ayam, dan pelengkap seperti perkedel. Masuk daftar kuliner lokal terbaik versi TasteAtlas.

7. Es Buah PK (sejak 1973)

Cemilan segar yang legendaris: campuran buah tropis (nangka, kelapa muda, alpukat, blewah, sawo) dengan es serut, sirup manis, dan susu kental—sangat menyegarkan saat cuaca panas Yogyakarta. Lokasi sederhana di Jalan Pakuningrat, namun selalu ramai.

Baca juga : Suporter PSIM Hadir di Laga Pembuka BRI Super League: Antara Larangan dan Solidaritas Tribun

Bonus! Alternatif Klasik Lain yang Layak Dicoba:

  • SGPC Bu Wiryo (Pecel alias Nasi Pecel), warung legendaris sejak 1959 yang masih digemari mahasiswa hingga pejabat. Harganya sangat ramah kantong (mulai Rp16.000).
  • Sego Koyor Bu Parman, destinasi kuliner malam yang menyajikan sayur brongkos dan koyor (urat sapi) empuk—buka dari malam hingga dini hari.

Mengapa Tempat-Tempat Ini Wajib Dikunjungi?

  1. Kental dengan sejarah dan budaya lokal
    Setiap tempat punya cerita turun-temurun atau teknik unik—mulai dari cara masak, tusuk sate, hingga dekorasi dan suasana.
  2. Rasa autentik dan tahan uji
    Banyak yang bertahan puluhan tahun karena konsistensi rasa dan keaslian resep.
  3. Harga ramah semua kalangan
    Mulai dari kuliner berat hingga camilan manis, semuanya terjangkau.
  4. Pengalaman kuliner yang lebih dari sekadar makan
    Suasana budaya tradisional, pelayanan unik, dan lokasi yang memikat menjadikannya pengalaman lengkap.

Penutup

Kalau kamu sedang menjelajah Yogyakarta dan lapar akan cita rasa legendaris, ketujuh tempat ini adalah destinasi kuliner yang bukan sekadar makan—melainkan meresapi sejarah rasa. Siapkan diri untuk antrean dan perjalanan ke berbagai sudut kota, karena setiap gigitan akan mengulas kisah Jogja yang berlapis.

Exit mobile version